
Usus Adik Adhifa (6 bulan) terburai di luar perutnya sejak lahir. Kini, kondisinya semakin memburuk akibat berbagai komplikasi yang menyertainya.
Di sudut ruangan, Pak Yanto (Ayah Adhifa) hanya bisa terduduk lesu. Tatapannya kosong menahan sedih karena belum berhasil mengumpulkan biaya berobat sang anak. Sesekali ia menatap layar handphone, berharap ada pesanan masuk. Sayangnya, dari pagi hingga malam, belum ada satu pun orderan yang menghampirinya.
Adhifa harus segera dioperasi untuk mengembalikan posisi usus dan organnya ke dalam rongga perut agar ia bisa tumbuh seperti anak-anak lainnya. Namun, perjuangan ini tidak mudah. Adhifa harus memiliki kondisi tubuh yang stabil sebelum naik ke meja operasi, padahal ia juga harus melawan komplikasi berat lainnya, seperti Down Syndrome, kelainan jantung, dan gangguan pendengaran.

Saat ini, usus Adhifa yang terburai hanya bisa ditutup dengan plastik seadanya. Sang ayah tidak mampu membeli kantong kolostomi medis yang seharusnya dipakai.
"Jangankan untuk berobat, untuk makan saja susah. Belum lagi kebutuhan Adhifa yang lainnya seperti popok, susu, dan lain-lain. Saya bingung harus cari biaya ke mana lagi karena pesanan sering sepi." – Pak Yanto, Ayah Adhifa.
Meski terasa berat, perjuangan Pak Yanto tidak akan pernah berhenti. Ia akan melakukan apa pun demi kesembuhan buah hatinya. Ia tak tega melihat Adhifa terus menangis menahan sakit setiap hari.
Teman Baik, Adhifa butuh uluran tangan kita. Ayo bersama-sama ringankan beban Pak Yanto dan bantu Adhifa agar bisa melanjutkan pengobatan hingga sembuh seperti sedia kala!