

Setiap hujan dan angin besar datang, Abah Ramin memilih berjaga di luar rumah. Atapnya banyak bocor dan dinding bambunya telah rapuh dimakan usia, membuat Abah khawatir rumah itu sewaktu-waktu ambruk menimpa keluarganya.

Namun, memperbaiki rumah masih jauh dari kemampuan Abah Ramin. Untuk mendapatkan Rp10.000–Rp15.000 sehari saja, ia harus berjalan sejauh 5–10 kilometer mencari barang bekas dari pagi hingga sore.
Sejak lahir, tubuh Abah Ramin dipenuhi benjolan yang menyerupai buah anggur. Benjolan tersebut sering terasa gatal, sakit, lecet, bahkan mengeluarkan darah ketika bergesekan dengan karung rongsok yang dibawanya.

Kondisi itu membuat Abah sebenarnya sudah tidak kuat berjalan terlalu jauh. Pendengarannya pun mulai menurun. Namun, kebutuhan istri dan dua cucunya membuat ia terus memaksakan tubuh untuk bekerja.
“Abah pengen dapat Rp20.000 saja susah banget, walaupun sudah nyari rongsok ke sana kemari,” ungkapnya.
Pada hari pendataan, setelah berkeliling mencari rongsok, Abah hanya membawa pulang Rp12.000. Uang tersebut harus dibagi untuk membeli beras dan memenuhi kebutuhan keluarga.
Ketika pendapatannya kurang dari Rp10.000, Abah Ramin dan keluarganya hanya mampu makan nasi goreng sederhana pada pagi hari. Sebagiannya disisakan untuk kembali dimakan pada siang hari.
Meski hidup dalam keterbatasan, Abah tidak ingin meminta-minta. Ia juga takut berutang karena khawatir tidak mampu membayarnya. Bersama Mak Esah, Abah terus mengumpulkan barang bekas demi mempertahankan kehidupan keluarga dengan cara yang halal.

Namun, tubuh Abah semakin terbebani, sementara kondisi rumahnya semakin tidak aman. Tanpa dukungan, Abah harus terus berjalan jauh dengan benjolan yang kerap terluka dan tetap menghadapi rasa takut setiap kali hujan serta angin besar datang.
Abah Ramin berharap memiliki usaha yang dapat dijalankan tanpa harus terus berjalan jauh. Ia juga ingin memperbaiki rumah agar keluarganya dapat beristirahat dengan aman.
Donasi yang terkumpul akan membantu kebutuhan sehari-hari, pemeriksaan kesehatan, modal usaha, serta perbaikan rumah Abah Ramin.
Mari bantu Abah Ramin memiliki sumber penghasilan dan tempat tinggal yang lebih aman. Jika belum dapat berdonasi, bantu sebarkan campaign ini agar semakin banyak orang mengetahui perjuangannya.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik