ImagePerjuangan Bu Siti Merawat 2 Pasien dari Hasil Kec...
Image

Perjuangan Bu Siti Merawat 2 Pasien dari Hasil Kecimpring

Image
Sumedang, Jawa Barat
Rp 0 terkumpul dari Rp 65.000.000
0 Donasi 2 bulan, 17 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

“Kalau lagi kambuh, rasanya nyut-nyut-an, nyeri, dan melilit...” Ujar Acep
Begitu Acep (33 tahun) menggambarkan sakit yang sudah lebih dari 3 tahun ia lawan. Kanker itu datang tanpa ampun, bahkan sejak anak pertamanya baru berusia 3 bulan, Acep sudah tak bisa lagi menggendong, bermain, atau sekadar menemani sang buah hati tumbuh besar.

Kini, tubuh Acep kian lemah. Ia hanya bisa terbaring di tempat tidur, menahan rasa sakit yang terus datang silih berganti. Sementara itu, sang istri harus mengurus balita mereka di rumah lain, karena kondisi Acep yang tak memungkinkan untuk dijaga langsung oleh istri dan anaknya.

Maka, Bu Siti, sang ibu, mengambil alih segalanya. Ibu yang kini menua itu harus menjadi perawat, tulang punggung, sekaligus penguat bagi keluarga yang sedang hancur.

“Kalau bukan saya, siapa lagi yang akan merawat mereka?” ucap Bu Siti

Setiap hari Bu Siti bangun lebih pagi dari matahari. Ia membuat kecimpring (keripik singkong) untuk dijual oleh sang suami berkeliling kampung. Hasil jualan itu nyaris tak seberapa, tapi cukup untuk sekadar membeli obat dan kebutuhan harian.

Namun perjuangan Bu Siti tak berhenti di sana. Selain merawat Acep yang sedang berjuang melawan kanker, Bu Siti juga harus menjaga anak sulungnya yang mengalami kelainan perkembangan sejak lahir.  Dua anak, dua penderitaan, dan satu hati ibu yang tak pernah berhenti berharap.

“Kalau lihat mereka tidur, saya cuma bisa doa… Ya Allah, kalau memang harus saya yang menanggung semuanya, biarlah asal mereka sembuh.”  – lanjut Bu Siti sambil menyeka air mata.

Kanker yang diidap Acep masih bisa diobati, namun biaya pengobatan dan perawatan harian terlalu besar bagi keluarga sederhana ini. Sementara kebutuhan untuk anak pertamanya yang disabilitas juga terus berjalan.

Bu Siti berjuang sendirian di antara dua penderitaan. Tapi ia tak pernah berhenti berdoa, berharap masih ada tangan-tangan baik yang mau membantu meringankan beban mereka.

Mari jadilah bagian dari perjuangan Bu Siti untuk menyembuhkan anak-anaknya. Karena di balik setiap senyum yang masih ia tahan, ada doa tulus dan air mata seorang ibu yang berharap keajaiban datang padanya.

 

Baca selengkapnya ▾

  • May, 6 2026

    Campaign is published

Belum ada donasi untuk penggalangan dana ini

Fundraiser

Belum ada Fundraiser

Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close