Image20 Tahun Menanti: Wujudkan Masjid Pertama untuk Mu...
Image

20 Tahun Menanti: Wujudkan Masjid Pertama untuk Muslim Pelosok Aumuna, NTT!

Image
Tobotani, NTT
Rp 0 terkumpul dari Rp 80.000.000
0 Donasi 1 bulan, 14 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

"Kami ingin sebelum ajal menjemput, bisa memiliki masjid dan sholat bersama anak cucu kami..." — Warga Dusun Aumuna, dengan air mata menetes penuh kerinduan.

Bayangkan hidup di ujung timur Pulau Lembata, tepatnya di Dusun Aumuna, Desa Tobotani, NTT. Akses jalan berbatu, berdebu, dan berubah menjadi kubangan lumpur pekat saat hujan tiba. Di tengah keterbatasan ini, 80 keluarga Muslim berjuang mempertahankan iman mereka tanpa adanya fasilitas ibadah yang layak.

Kondisi Memprihatinkan: Menumpang di Bangunan Kritis

Saat ini, warga hanya bisa bertumpu pada musala sederhana yang menumpang di area sekolah. Dibangun swadaya pada tahun 2015, kondisinya kini sangat memprihatinkan dan mengancam keselamatan:

  • Lantai Retak & Dinding Rapuh: Dibuat dari batako cetakan sendiri yang kini mulai retak di berbagai sudut, sangat membahayakan jemaah. Jendela pun hanya ditutup bilah bambu seadanya.

  • Atap Terancam Ambruk: Kerangka atap dari batang kelapa dibiarkan terbuka dan sudah terlihat melengkung. Sebentar lagi, atap ini mungkin tak akan kuat menahan beban dan cuaca.

  • Ibadah Sering Terganggu: Karena bangunan ini milik sekolah, penggunaannya sering berbenturan dengan kegiatan belajar mengajar.

Mengapa mereka tidak ke masjid utama di Dusun Tamal Haur? Jaraknya 1 kilometer melintasi jalan berbatu tanpa penerangan. "Kalau musim hujan, setengah mati kita lewat sana. Gelap dan licin," keluh seorang warga. Perjalanan ini sangat berbahaya, terutama di malam hari saat salat Tarawih, atau bagi para lansia dan anak-anak.

20 Tahun Perjuangan Swadaya yang Terhenti

Sejak tahun 2000, warga Aumuna tak pernah menyerah. Dengan tangan mereka sendiri, mereka mengumpulkan pasir dari sungai, mengangkut batu dari pantai, dan patungan Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per keluarga—sebuah jumlah kecil yang dikumpulkan dengan cucuran keringat.

Pada tahun 2004, fondasi Masjid Fairuz Zaman akhirnya berdiri. Namun takdir berkata lain. Gagal panen jagung, kacang hijau, dan kacang tanah selama dua tahun terakhir membuat ekonomi mereka lumpuh total. Swadaya terhenti, dan fondasi itu kini berdiri diam, menanti uluran tangan.

"Kami hanya bisa bermimpi dan semoga mimpi kami jadi kenyataan. Kami sudah memulainya, mari kita sama-sama menyelesaikannya," ujar Bapak Nafsir Usman, tokoh masyarakat setempat, dengan suara bergetar.

Mari Wujudkan Mimpi Mereka!

Aumuna kini menjadi satu-satunya dusun di wilayah tersebut yang tidak memiliki masjid. Bayangkan betapa sulitnya menjaga iman di pelosok terpencil: tanpa masjid, tanpa akses jalan yang memadai, bahkan air bersih pun langka. Namun, semangat mereka tak pernah pudar.

Sahabat, mari lihat keadaan mereka tidak hanya dengan mata, tetapi dengan hati. Jadikan ini ladang amal jariyah kita. Bantuan dari Anda bukan sekadar mendirikan bangunan—ini tentang mengembalikan martabat, merawat harapan, dan membangun masa depan generasi Muslim Aumuna.

Mari bersama ubah fondasi menjadi masjid yang hidup. Kirimkan sedekah terbaikmu dengan cara:

  1. Klik tombol "Donasi Sekarang"

  2. Masukkan nominal donasi

  3. Pilih metode pembayaran pilihan Anda

  4. Lanjutkan pembayaran dan sebarkan tautan kebaikan ini!

Setiap rupiah yang Anda donasikan akan menjadi saksi berdirinya rumah Allah di ujung timur Nusantara.

Baca selengkapnya ▾

  • June, 16 2026

    Campaign is published

Belum ada donasi untuk penggalangan dana ini

Fundraiser

Belum ada Fundraiser

Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close