

Hallo #sahabatsapa apakabar ?
Semoga kita semua berada dalam lindungan-Nya, dikelilingi oleh kebaikan, dilancarkan segala aktifitasnya, diberikan kesehatan serta panjang umur Aamiin YRA.
Salam sapa, salam kemanusiaan! Hari ini kami dari relawan SAPA mengunjungi kediaman Mak Rosinah berusia 63 tahun seorang lansia Wanita hebat pejuang nafkah pengrajin anyaman bakul dan pedagang sapu lidi keliling yang saat ini tinggal di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

Mak Rosinah sosok lansia hebat yang tinggal di sebuah rumah berukuran 4x3m2 bantuan dari pemerintah setempat yang berlokasi dipelosok kampung yang jauh dari keramaian. Rumah tersebut sudah berdiri 15 tahun yang lalu yang mana saat ini kondisinya sudah sangat meprihatinkan dimana atap yang sudah bocor-bocor akibat seringkali tertimpa bambu yang terkena angin, dapur dari bambu yang sudah lapuk bahkan kamar mandi yang memang sangat kurang layak.

Bukan tidak ingin membenahi tempat tinggalnya tersebut, 30 Tahun lebih Mak Rosinah menekuni pekerjaannya sebagai pengrajin anyaman dari bahan bambu seperti membuat bakul/boboko, besek/pipiti wadah untuk makanan dan sapu lidi yang mana hasilnya dijual ke pengepul atau dijual keliling berjalan kaki puluhan kilo demi bertahan ditengah berbagai keterbatasan.

4 tahun yang lalu sang suami meninggal berpulang ke Rahmatullah membuatnya secara otomatis menjadi tulang punggung keluarga dimana di usianya yang sudah sangat rentan ini beliau harus berjuang menghidupi kebutuhan hidup bahkan harus mengurus anaknya yang mengidap kaki gajah selama 18 tahun lebih yang kini sudah dilakukan Tindakan Amputasi.

“Abah sudah meninggal saat Wahyu dirawat inap di rumah sakit, bahkan saat itu Wahyu ga bisa melihat wajah terakhir almarhum karena kondisinya sedang drop pasca operasi ketiga” ~Ujar mak
Sebelum dilakukan tindakan amputasi, Mak Rosinah memperjuangkan pengobatan Wahyu di Rumah Sakit Tingkat Provinsi selama 7 tahun yaitu sejak tahun 2018 hingga tahun 2025. Sebelumnya Wahyu tidak mau dilakukan Tindakan tersebut, dikarenakan ia anak laki-laki paling besar yang seharusnya menjadi tulang punggung keluarga disaat sang ayah sudah tiada. Namun karena sudah tidak ada jalan lain akhirnya tahun 2025 Wahyu bersedia dilakukan Tindakan tersebut dengan harapan bisa segera sembuh dan menggantikan pekerjaan sang ibu yang kini sudah sangat sepuh.

Penghasilan Mak Rosinah mungkin jauh dari kata cukup, sebab dari membuat anyaman tersebut hingga di jual membutuhkan waktu hingga 10 hari dan Ketika di jual keuntungannya hanya sekitar 250 ribu mungkin jika diuraikan hanya berpenghasilan 25rb per hari. Untuk menambah penghasilan, mak Rosinah seringkali disuruh warga setempat untuk bekerja disawah atau membersihkan halaman rumah dengan upah 40 ribu atau tak jarang diberi beras 2-3kg dan mak Rosinah tidak pernah menawar dan selalu mengsyukuri apapun yang ia dapat.

“Mau dibayar uang atau beras mak akan terima, karena jika diberi uangpun akhirnya dibeliin kebutuhan dapur agar anak di rumah tidak kelaparan”~Ujar Mak Rosinah
Mak Rosinah ingin sekali membelikan Wahyu kaki Palsu, namun karena tidak tercover BPJS dan harganya yang sangat mahal mencapai 5 jutaan sehingga hal tersebut hanya menjadi angan-angan bagi Mak Rosinah saat ini.

Untuk itu harapan besar kami agar seluruh #sahabatsapa dapat mendukung perjuangan Mak Rosinah untuk bisa terus bangkit dan bisa membelikan sang anak Kaki palsu agar kehidupan kedepannya tidak terus terpuruk. Yuk dukung program ini dengan cara:
1. Klik "DONASI SEKARANG"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Ikuti instruksi untuk menyelesaikan pembayaran
5. Dapatkan laporan melalui email
Tak hanya berdonasi secara materi, #sahabatsapa serta #niatbaik juga bisa membagikan halaman galang dana ini agar lebih banyak lagi tangan-tangan malaikat mengiringi perjuangan mereka.

Terima kasih, #sahabatsapa
Terima kasih, #niatbaik
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik