

Walaupun ditengah keterbatasan memiliki kaki yang tak sempurna, Ustadz Asep terus berjuang mengajar huruf demi huruf kepada para santrinya. Keterbatasannya tak pernah menjadi penghalang untuk dirinya berhenti mengajarkan ilmu agama.

33 tahun sudah Madrasah Nurul ikhsan berdiri, selama itu pula ustadz Asep terus berjuang dengan penuh kesabaran mengajarkan para santrinya huruf demi huruf.

"Rata-rata anak yang belajar disini berasal dari keluarga tidak mampu, sehingga tidak mungkin kami memungut sumbangan dari orang tua mereka. Untuk kebutuhan sehari-hari saja orang tua mereka rata-rata masih kesulitan..." ~Ucap Ustadz Asep

Suara riuh mengaji terus terdengar ditempat ini, selama itu pula para santrinya terus bertambah. Sementara ruang yang dimilikinya sangat terbatas. Walaupun harus duduk berdempetan mereka begitu antusias belajar ilmu agama ditempat ini.

Kaki-kaki kecilnya dengan kuat menyusuri bukit demi bisa sampai ke madrasah Nurul ikhsan. Karena inilah satu-satunya Madrasah yang ada didaerah itu. Walaupun Ukurannya hanya 3x5 meter, ini adalah satu-satunya tempat harapan mereka untuk terus menimba ilmu.
Tak banyak yang bisa ustadz Asep lakukan selama ini, terlebih dengan kondisi kakinya yang berbeda dari yang lain selain terus berharap kepada sang maha pencipta.

Dengan kondisi kakinya yang berbeda dengan yang lain, secara otomatis ustadz Asep pun susah untuk memiliki pekerjaan yang layak seperti orang lain pada umumnya.
Sahabat kebaikan, kita bisa menyisihkan sebagian rezeki yang kita miliki untuk membantu ustadz Asep bisa bertahan hidup sekaligus agar operasional madrasahnya bisa terpenuhi. Sehingga ustadz Asep dan para santrinya bisa nyaman dalam menimba ilmu.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik