
"Sudah berjam-jam Kakek berdiri disini nunggu pembeli, tapi belum ada yang beli juga" Ujar Kakek Machyuti
Di usia yang sudah 73 tahun, Kakek Machyuti masih harus berjuang mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Setiap pagi hingga sore, ia mengayuh sepeda berkeliling kampung menjajakan mainan anak-anak tradisional, seperti kincir dan layangan yang ia buat sendiri.


Meski zaman sudah berubah, kini jarang sekali anak-anak yang berminat membeli mainan yang Kakek jual, saat ini kebanyakan anak-anak lebih memilih bermain menggunakan gawai. Namun Kakek Machyuti tetap bertahan dengan usaha kecilnya yang sudah ia lakoni puluhan tahun. Dari mainan sederhana itu, ia berharap bisa membawa pulang sedikit rezeki untuk sekadar memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
"Kakek gak mau merepotkan anak, kerjanya kurir dan penghasilannya juga gak banyak. Jadi sebagian hasil jualan Kakek kasih buat cucu juga untuk jajan sekolahnya" Ujar Kakek Machyuti
Perjuangan Kakek di jalan tidak mudah, tubuh yang semakin renta sering kali membuatnya kelelahan dan akhir-akhir ini sering kali kepala Kakek terasa pusing.
Tak jarang ia harus berhenti sejenak di pinggir jalan untuk mengatur napas, lalu kembali melanjutkan kayuhan sepedanya. Belum lagi kalau Kakek melewati jalan raya, lalu lintas sangat ramai dan beberapa kali Kakek pernah terserempet kendaraan.
"Pernah waktu itu kepala Kakek pusing dan mata remang-remang, Kakek pingsan di tepi jalan. Untungnya banyak orang yang nolongin Kakek. Mungkin kecapean dan waktu itu belum makan seharian karena dagangan belum ada yang laku" Ujar Kakek Machyuti
Penghasilan yang didapat pun sangat tidak menentu, sehari cuma dapat 20-30 ribu. Ada hari-hari ketika dagangan sepi dan hasil yang dibawa pulang hampir tidak cukup untuk kebutuhan makan. Namun, Kakek Machyuti tidak pernah benar-benar berhenti. Keesokan harinya ia kembali membuat mainan, kembali mengayuh sepeda, dan kembali berjuang demi bertahan hidup.
"Ya kalau jualan gini kadang musiman, kalau musim hujan pasti sepi, belum lagi mainan banyak yang rusak karena kehujanan. Sekarang anak-anak libur sekolah, jualan juga pasti sepi" Ungkap Kakek Machyuti
Meskipun penghasilannya tak seberapa, namun Kakek selalu berbagi mainan yang di jualnya untuk anak-anak. "Kadang suka inget cucu, Kakek suka bagi mainannya. Apalagi kalau ada yang nangis, meskipun gak bayar pasti Kakek kasih" Tambahnya
Di saat banyak orang seusianya bisa beristirahat dengan tenang, Kakek Machyuti masih harus memikirkan bagaimana cara untuk makan hari ini dan esok hari. Hidup Kakek berjalan sangat sederhana, bahkan untuk sekadar mengisi perut pun sering kali harus dijalani dengan apa adanya.
Harapannya, Kakek ingin sekali mempunyai usaha kecil-kecilan di rumahnya, agar ia tidak berkeliling lagi. Selain itu ia juga ingin sekali memenuhi keperluan sekolah ke 3 cucunya yang saat ini tinggal bersamanya. Juga ingin memperbaiki tempat tinggalnya yang saat ini sudah tidak layak.
"Disclaimer : Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan keluarga Kakek Machyuti. Selain itu, akan digunakan untuk implementasi program dan para penerima manfaat lainnya dibawah naungan Yayasan Jelajah Kebaikan Bumi
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik