

Bagi sebagian orang, berjalan 10 kilometer mungkin terasa biasa.
Bagi Teh Dede, setiap langkah adalah perjuangan besar.
Sejak lahir, Teh Dede hidup dengan cerebral palsy, kelumpuhan otak yang memengaruhi gerakan, otot, dan postur tubuhnya. Tangannya gemetar, langkahnya goyah, keseimbangannya rapuh. Namun hidup tidak memberinya pilihan untuk berhenti.
Setiap hari, dari pagi hingga sore, Teh Dede berkeliling kampung menjual kripik. Ia mengambil kripik dari orang lain seharga Rp2.000 dan menjualnya Rp3.000. Selisih kecil itulah yang menopang hidupnya.
Perjalanan itu jauh dari mudah. Ia sering terjatuh, bangkit, jatuh lagi, bangkit lagi. Aspal dan tanah lebih sering memeluknya daripada tangan yang siap menopang. Meski begitu, Teh Dede tetap tersenyum kepada setiap orang yang ditemuinya, karena berhenti berarti tidak ada makan untuk hari itu.
Sedikit dari kita bisa berarti dunia bagi Teh Dede. Keterbatasan fisik seharusnya tidak menjadi penghalang untuk hidup dengan martabat.
Mari bersama bantu Teh Dede berdiri lebih kuat dan melangkah menuju masa depan yang lebih baik.
Setiap bantuan yang diberikan akan digunakan untuk:
Bantu Teh Dede sekarang, dan jadilah bagian dari perjuangan kecil yang besar maknanya.
![]()
Belum ada Fundraiser