
Di balik bising mesin jahit yang tak lelah berputar, ada jemari seorang ibu yang sedang merajut keajaiban untuk putranya, di mana Ibu Tati Srihartati adalah seorang janda yang harus berjuang sendiri setelah ditinggal pergi sang suami untuk selamanya.
Setiap tusukan jarum adalah tumpuan harapan bagi Samsi, bocah 9 tahun yang mendambakan kesembuhan, karena sejak usia satu bulan dunia Samsi seolah lumpuh akibat Cerebral Palsy atau kelumpuhan otak. Di tengah upah menjahit yang tak menentu dan sering kali kurang dari satu juta rupiah sebulan, Ibu Tati tidak pernah menyerah hingga rumah yang menjadi satu-satunya tempat berteduh rela ia jual demi menebus biaya pengobatan sang buah hati. Baginya, kehilangan tempat tinggal bukanlah apa-apa asalkan ia tidak kehilangan senyum Samsi, yang membuktikan bahwa cinta seorang ibu tidak memiliki batas dan ia siap menukar seluruh dunianya demi kesembuhan sang anak. Namun, beban di pundaknya jauh lebih besar karena ia juga harus menelan cemas memikirkan biaya sekolah dua anaknya yang lain yang mulai beranjak dewasa, sementara di sisi lain ada sang kakak yang berdiri sebagai pelindung terkuat dengan mencurahkan setiap detik hidupnya untuk merawat Samsi dengan penuh kasih sayang.
Ibu Tati adalah potret nyata bahwa kasih ibu tidak memiliki batas, meski dunianya sendiri sedang hancur perlahan, dan kini ia harus memutar otak lebih keras untuk mengobati Samsi yang sakit parah sekaligus memikirkan biaya sekolah dua anaknya yang lain.
Mari ulurkan tangan dan berikan dukungan terbaik untuk membantu perjuangan Ibu Tati dan keluarganya.
Salurkan bantuan terbaik Anda dengan cara:
Klik tombol "DONASI SEKARANG".
Masukkan nominal donasi.
Pilih metode pembayaran yang tersedia.
Segera lakukan transfer untuk mendukung pengobatan Samsi dan meringankan beban hidup keluarga Ibu Tati.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik