ImageAir Mata Ibu Tunggal: Suami Tiada, Bu Ayuningsih B...
Image

Air Mata Ibu Tunggal: Suami Tiada, Bu Ayuningsih Berjuang Sendiri Demi Salman Pejuang Hidrosefalus

Image
Kabupaten Cianjur
Rp 0 terkumpul dari Rp 50.000.000
0 Donasi 2 bulan, 13 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

"Saya tidak mau anak-anak melihat saya menangis. Selagi tangan dan kaki ini masih bisa bergerak, saya akan terus jualan. Saya hanya ingin Salman sembuh dan anak-anak punya tempat berteduh yang aman..." – Bu Ayuningsih, Ibu dari Salman.

Muhammad Salman, seorang anak Yatim berusia 11 tahun, seharusnya saat ini bisa menikmati masa-masa sekolah, belajar bersama teman-temannya, bermain, dan tumbuh seperti anak-anak seusianya. Namun, perjalanan hidup Salman berbeda.

Hal yang sangat menyentuh dari sosok Salman, yaitu di tengah rasa sakit yang mendera, raut wajahnya selalu memancarkan keceriaan. Salman tidak pernah mengeluh. Ia tetap berusaha tersenyum dan beraktivitas layaknya anak-anak lain, seolah ingin meyakinkan ibunya bahwa ia baik-baik saja.

Semenjak sang ayah meninggal dunia. Kehilangan tulang punggung membuat ekonomi mereka merosot tajam. Salman sebenarnya bocah yang kuat; ia sudah berhasil melewati 2 kali operasi besar di kepalanya.

Perjuangan itu harus terhenti di tengah jalan, karena ketiadaan biaya untuk operasional rumah sakit dan obat-obatan penunjang lainnya, ibu Ayuningsih terpaksa menghentikan perawatan medis Salman.

Untuk bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan anak-anaknya, ibu Ayuningsih berjualan di depan rumah sambil merawat dan menggendong salman Ketika ada pembeli. Penghasilannya tidak menentu. Dalam sehari, terkadang ia hanya mendapatkan sekitar Rp30.000, bahkan ada kalanya hanya sekitar Rp25.000.

Melihat Salman dan kakaknya yang masih bersekolah, Bu Ayuningsih tidak pernah menyerah. Kedua anaknya adalah bahan bakar semangat hidupnya. Demi bisa membiayai makan dan sekolah anak-anaknya, Bu Ayuningsih membuka usaha jualan kecil-kecilan di rumah. Langkah ini ia pilih sengaja agar ia bisa tetap bekerja sekaligus mengawasi dan merawat Salman yang sakit.

Di tengah himpitan ekonomi yang serba pas-pasan, Bu Ayuningsih memegang teguh prinsip hidupnya: ia pantang mengemis atau mengharapkan belas kasihan dari tetangga. Ia selalu bersyukur atas apa pun rezeki yang didapatkan hari itu.

Namun, ujian hidup seolah datang bertubi-tubi tanpa jeda. Di saat ibu Ayuningsih harus memikirkan kesembuhan Salman dan biaya sekolah anak pertamanya, kini ada beban berat lain yang menghantui pikirannya.

Kini, harapan ibu Ayuningsih sederhana: bisa membawa Salman kembali ke rumah sakit, mendapatkan terapi dan perawatan yang diperlukan, serta memastikan kebutuhan susu dan pampers Salman tetap terpenuhi.

Karena bagi seorang ibu, seberat apa pun keadaan yang dihadapi, melihat anaknya mendapatkan kesempatan untuk hidup lebih baik adalah harapan yang tidak pernah padam.

Baca selengkapnya ▾

  • September, 7 2026

    Campaign is published

Belum ada donasi untuk penggalangan dana ini

Fundraiser

Belum ada Fundraiser

Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close