

“Pak… saya ingin sembuh…”
Kalimat itu terus terngiang di telinga Pak Saripin saat melihat anak sulungnya, Konipa, terbaring lemah selama berbulan-bulan tanpa kepastian penyakit yang dideritanya. Di saat kondisi anaknya semakin memburuk, Pak Saripin hanya mampu mencari rongsok keliling desa demi bertahan hidup.

Penghasilan Pak Saripin bahkan tak sampai cukup untuk makan sehari-hari. Dari hasil memulung barang bekas, ia hanya membawa pulang sekitar Rp20.000 dalam seminggu. Uang itu harus dibagi untuk kebutuhan satu keluarga dengan empat orang anak.

Cobaan hidup keluarga ini begitu berat. Dua anak kembarnya merupakan anak berkebutuhan khusus dan hingga kini belum bisa berbicara. Mereka membutuhkan perhatian dan pendampingan setiap hari, sementara sang ibu hanya bisa fokus merawat anak-anak di rumah.

Belum selesai sampai di situ, Konipa (25 tahun), anak pertama mereka, kini sedang berjuang melawan penyakit kronis yang belum diketahui diagnosanya. Sudah tiga bulan ia sakit dan telah dibawa ke dua rumah sakit, namun kondisinya belum juga membaik karena keterbatasan biaya pengobatan.
Keterbatasan ekonomi membuat anak-anak Pak Saripin juga tidak dapat melanjutkan pendidikan dengan layak. Di usia yang seharusnya penuh harapan, mereka justru tumbuh dalam kondisi serba kekurangan.
Namun di tengah semua cobaan itu, Pak Saripin tidak pernah berhenti berjuang. Setiap hari ia tetap berjalan dari desa ke desa mencari rongsok, demi anak-anak yang sangat ia cintai.
Kini, keluarga kecil ini membutuhkan uluran tangan kita.
Dana yang terkumpul akan digunakan untuk:
Sahabat Kebaikan, sekecil apa pun bantuan yang diberikan akan sangat berarti bagi keluarga ini. Mari bersama menjadi harapan bagi Pak Saripin dan anak-anaknya agar mereka bisa bertahan dan memiliki masa depan yang lebih baik.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik