ImageKeliling Pikul Rotan Tuk Hidupi Istri di Kampung...
Image

Keliling Pikul Rotan Tuk Hidupi Istri di Kampung

Image
Cirebon
Rp 8.799.425 terkumpul dari Rp 93.320.000
203 Donasi sudah berakhir

Penggalang Dana

Image

“Kalau Abah gak jualan, gak ada uang buat makan dan kirim ke kampung dong neng.. Abah mah cuman bisa ikhitiar aja tetep cari rezeki halal, yang penting istri di rumah bisa beli beras..” ucap Abah Sanardi dengan senyum yang penuh keikhlasan.

Kenalkan, beliau adalah Abah Sanardi, menginjak usia 56 tahun, Abah masih harus bertahan hidup di perantauan dengan berjualan kerajinan rotan keliling 20 KM dari subuh hingga malam. 

Setiap hari, ia berjalan lebih dari 20 KM, memikul beban rotan yang beratnya mencapai 20 kg. Ini adalah bentuk ikhtiarnya mencari rezeki halal untuk ia tabung dan kirim ke istrinya di kampung. Walau penghasilan seringkali tak menentu, ia selalu menomorsatukan keluarganya, bahkan rela menahan lapar agar bisa mengirimkan sedikit uang untuk istrinya.

Di kota Bandung, Abah pun memilih tinggal di tempat yang jauh dari kata layak. Ia memilih kosan petak kecil untuk melepas rasa lelahnya setelah keliling seharian. Namun sayang, hasil yang didapatkan seringkali tidak berbuah manis. Penghasilan Abah tidak menentu, bahkan tak jarang Abah tidak mendapat pembeli satupun setelah seharian berjalan

“Sering neng kalau gak ada yang beli… pulang cuman bawa uang 20ribu, kalau sudah gitu Abah Aja yang nahan lapar, duit mah ditabung aja buat keperluan keluarga di kampung.” Ujarnya

Penghasilan dari menjual rotan yang ditabung oleh Abah untuk kebutuhan Ambu di kampung seperti membeli beras dan membayar tagihan listrik rumah. Sehingga tak jarang, di perantauan ini Abah tidak bisa membeli lauk dan hanya makan nasi sama garam saja. 

Walau sudah tahan lapar, dari hasil jualannya, Abah hanya bisa mengirim 100–200 ribu sebulan buat istri dikampung. Alhasil Abah jarang pulang karena tak ada ongkos. Apalagi Abah tak punya HP, sehingga ia harus meminjam teman sana-sini jika ingin menelpon istrinya. Istrinya sendiri pun di kampung hanya bisa menerima telpon lewat HP pinjaman tetangganya. Tak jarang, karena kesulitan meminjam, ia terpaksa jarang menghubungi, hanya bisa menyimpan rindu dan kesepian dalam hati.

Di balik perjuangannya, terselip harapan sederhana: “Kalau bisa, Abah ingin punya warung di kampung. Biar kalau sudah gak kuat keliling, Abah bisa pulang, tinggal bareng istri, dan tetap cari rezeki bersama.”

#OrangBaik, perjuangan Abah Sanardi adalah wujud ketulusan seorang suami yang ingin memberi kehidupan lebih baik untuk keluarganya. Yuk, bantu Abah untuk hidup yang lebih layak. 

Cara Berdonasi:

  1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran (GoPay, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Virtual Account, atau transfer bank)
  4. Transfer sesuai instruksi
  5. Dapatkan laporan via email.

Terima kasih atas uluran tangan dan doa kalian, #OrangBaik!

Baca selengkapnya ▾

  • Februari, 14 2025

    Campaign is published

Orang Baik9 bulan yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 30.199
Orang Baik10 bulan yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 50.532
N1 tahun yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 25.725
EsaLulwaTagora E1 tahun yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 100.695
Orang Baik1 tahun yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 25.068

Fundraiser

Belum ada Fundraiser

Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik (52)

Orang Baik9 bulan yang lalu
Semoga diberikan kemudahan rezeki, kesejahteraan, kesehatan dan keberkahan oleh Allah SWT. Amin Ya Allah
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Orang Baik10 bulan yang lalu
Sehat selalu pak,murah rejeki
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
EsaLulwaTagora E1 tahun yang lalu
Semoga Allah limpahkan Abah sll bruntung, laku dagangannya, bahagia, cukup rejeki, dikelilingi org baik sk nolong serta adminnyg amanah
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Orang Baik1 tahun yang lalu
Semoga abah dimudahkan rezeki dan sehat selalu
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Desi1 tahun yang lalu
Sehat2 ya pak, banyak rezeki. Amin
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Bagikan melalui:
✕ Close