ImageDriver Ojol Mualaf Berjuang Demi Ibunya Yang Lumpu...
Image

Driver Ojol Mualaf Berjuang Demi Ibunya Yang Lumpuh

Rp 0 terkumpul dari Rp 40.000.000
0 Donasi 2 bulan, 18 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

“Bingung kelanjutan hidup gimana… kondisi tubuh saya juga lagi nggak baik, ibu ngalamin kelumpuhan, harus bayar kontrakan, listrik, beli Pampers, makan, dan kebutuhan lain… sedangkan saya sendirian di sini dengan penghasilan nggak menentu. Keluarga jauh, kakak pergi entah ke mana… itu semua bikin beban mental saya makin berat sampai akhirnya saya jatuh… bahkan sempat dibawa ke yayasan rehabilitasi selama 1 bulan,” tutur Maggy (31 tahun) dengan mata berkaca-kaca.

Maggy adalah seorang driver ojek online sekaligus kurir makanan yang hidup berdua dengan ibunya, Bu Yetty (60 Tahun), yang menderita kelumpuhan hampir total. Karena tekanan hidup yang begitu berat antara harus mencari nafkah sekaligus merawat ibunya, Ia sempat mengalami depresi hingga perilakunya dianggap seperti orang dengan gangguan jiwa. Sering teriak-teriak, melempar barang, bahkan sampai bertindak di luar kendali. Warga sekitar yang khawatir akhirnya membawa Maggy ke panti rehabilitasi, sementara ibunya diungsikan ke Dinas Sosial.

Padahal, Bu Yetty sangat menolak berpisah dari anaknya. Ia tahu, hanya Maggy satu-satunya yang selalu merawat dan setia menemaninya.

“Memang dari sebelum kondisi Saya yang down waktu itu juga, pihak kelurga Ibu semua memaksa Saya untuk menitipkan Ibu ke Panti jompo, sampai Saya bertengkar tapi Saya keras kepala tidak mau! karena Saya tidak tega, justru yang Saya harapkan dari Keluarga tu, Mereka mau membantu Saya untuk membantu membiayai Saya untuk merawat Ibu tapi seakan mereka keberatan sebenarnya kalau mau Mereka bisa dan disitulah Saya kecewa terhadap Mereka waktu itu” ucap Maggy.

Ibu Yetty bersama kedua Anaknya termasuk Maggy merupakan seorang  Mualaf, mereka masuk Islam tak lama setelah bercerai dengan mantan Suaminya yang saat ini sudah menikah lagi dan tinggal di Kalimantan, sedangkan Anak pertama nya pergi entah kemana meski dulu waktu awal-awal Bu Yetty mengalami kelumpuhan anak pertamanya itu sempat merawatnya, namun tidak lama Ia malah Pergi meninggalkan Bu Yetty beserta Meggy, padahal waktu itu kondisi Bu Yetty tidak bisa apa-apa dan Meggy sedang tidak memiliki Penghasilan yang Pasti sebab penghasilan Meggy dari ngojek dan kurir online sedang Sepi sekali apalagi waktu itu sedang Pandemi Corona.

 

“Bahkan dulu waktu awal Kakak Saya pergi, kan nomor nya tu masih aktif Saya sempat mohon-mohon ma dia buat minta tolong bantuiin kebutuhan Ibu seperti Pampers, Tisu basah sama makan nya, tapi malah diblokir nomor Saya ma Dia….” Ungkap Meggy dengan kecewa.

Setelah keluar dari panti rehabilitasi, kondisi Maggy berangsur membaik. Ia sudah bisa kembali bekerja. Sebelum jadi driver ojol, Maggy pernah bekerja di sebuah coffee shop dengan gaji tetap Rp4,5 juta/bulan. Namun sejak sang ibu jatuh sakit di tahun 2019, ia harus sering bolos demi merawat ibunya. Akhirnya ia dipaksa keluar kerja. Pandemi pun datang, membuat keadaan semakin sulit.

Sampai akhirnya ia pun beralih profesi menjadi driver ojol dan kurir makanan. Karena tak punya kendaraan, ia menyewa motor listrik dari penyedia aplikasi. Setiap harinya ia hanya bisa membawa pulang sekitar Rp75 ribu, itupun harus dibagi untuk bayar kontrakan, listrik, makan, dan kebutuhan ibunya seperti popok dan tisu basah. Tentu saja jumlah itu sangat tidak cukup.

Tekanan demi tekanan membuat Maggy jatuh sakit secara mental. Motor listrik sewaannya pun akhirnya ditarik karena ia tak mampu lagi membayar cicilan sewa. Yang lebih menyakitkan, kakaknya yang dulu sempat membantu malah pergi entah ke mana dan memutus komunikasi.

sebagai kurir online, walau hanya dengan motor pinjaman dari tetangganya. Kendala sering muncul motor pinjaman itu sering mogok, membuat orderan terlambat dan rating pekerjaannya menurun.

Meski demikian, semangatnya untuk bangkit kembali begitu besar. Harapan terbesarnya hanya satu: bisa membeli motor sendiri agar bisa bekerja lebih maksimal dan membuktikan kepada pihak Dinas Sosial bahwa ia mampu kembali merawat ibunya.

“Saya kepikiran terus ibu… tiap malam nggak bisa tidur. Waktu lihat video ibu dibawa ke panti, hati saya hancur. Saya tahu di sana mungkin kebutuhan ibu tercukupi, tapi saya nggak rela… ibu pasti mikirin saya terus. Saya cuma pengen bisa pulangin ibu, rawat lagi dengan tangan saya sendiri,” ucap Maggy sambil menahan tangis.

Sahabat, betapa besar kerinduan seorang anak kepada ibunya yang lumpuh. Melalui penggalangan dana ini, mari kita bersama-sama membantu Maggy membeli motor untuk bekerja, memenuhi kebutuhan harian, serta menunjang kesehatan ibunya.

Sekecil apapun bantuan Anda sangat berarti, karena bukan hanya membantu Maggy mencari nafkah, tapi juga menjadi jembatan agar ia bisa kembali merawat dan hidup bersama ibu tercintanya. Mari sisihkan rezeki terbaik kita untuk Maggy & Bu Yetty.

Disclaimer: Dana yang terkumpul akan digunakan untukmodal usaha Maggy, serta kebutuhan lainnya. Jika terdapat kelebihan dana, akan disalurkan kepada penerima manfaat lain di bawah program Yayasan Jelajah Kebaikan Bumi

Baca selengkapnya ▾

  • July, 20 2026

    Campaign is published

Belum ada donasi untuk penggalangan dana ini

Fundraiser

Belum ada Fundraiser

Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close