ImageSeparuh Wajah Terampas Kanker: Jangan Biarkan Mere...
Image

Separuh Wajah Terampas Kanker: Jangan Biarkan Mereka Berjuang Sendirian di Tengah Kemiskinan

Rp 14.230.000 terkumpul dari Rp 100.000.000
170 Donasi 2 bulan, 12 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

Bayangkan jika cermin tidak lagi memantulkan senyum, melainkan rasa sakit yang luar biasa dan tatapan takut dari orang-orang di sekitar kita. Inilah kenyataan pahit yang harus dihadapi oleh saudara-saudara dhuafa kita setiap harinya. Mereka adalah para pejuang tangguh yang harus kehilangan separuh wajahnya akibat keganasan tumor dan kanker. Di saat kita bisa beraktivitas dengan nyaman, mereka harus berjuang mencari sesuap nasi sambil menahan rasa sakit tak tertahankan, cibiran, hingga tatapan jijik dari lingkungan sekitar.

Mari sejenak kita selami perjuangan mereka yang tak kenal lelah:

Ibu Iyus (41 Tahun): Pengorbanan Seorang Ibu di Tengah Rasa Sakit Ibu Iyus saat ini sedang berjuang keras melawan tumor di pipinya yang membesar hingga seukuran bola basket. Rasa sakit, perih, dan panas terus menyiksanya. Ia sempat berobat, namun terpaksa berhenti demi menyelamatkan bayi di kandungannya dari bahaya radiasi, dan juga karena tak ada biaya. Kini, dengan tumor yang kian membesar, Ibu Iyus tetap tangguh berjualan gorengan keliling sehabis mengantar anak sekolah. Penghasilannya? Hanya 10 hingga 15 ribu rupiah sehari. Suaminya yang bekerja sebagai kuli bangunan tak menentu pun belum mampu menutupi biaya pengobatan yang tertunda.

Pak Nurhasan: Tertolak Lingkungan, Bertahan Demi Sesuap Nasi Dua tahun sudah Pak Nurhasan tersiksa oleh ganasnya kanker kulit yang menghancurkan wajahnya. Berawal dari kanker mulut, kini benjolan itu menutupi hampir setengah wajahnya, sering mengucurkan darah, dan menimbulkan bau menyengat. Niat hatinya mencari rongsokan sering berujung pedih; orang-orang justru pergi dan menjauh karena takut melihat wajahnya. Kini, ia hanya memulung di tempat sampah demi untung 10 ribu rupiah sehari untuk membeli beras. Jika tak segera ditangani, kanker ini bisa menyebar ke mata dan otak, merenggut nyawanya sewaktu-waktu.

Pak Tutun (63 Tahun): Menahan Nyeri Sambil Merawat Sang Bibi Tujuh tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Pak Tutun menahan sakitnya tumor ganas yang berawal dari bintik kecil di pipi. Kini, sel kanker itu telah merusak setengah wajahnya, sering mengeluarkan cairan dan perih yang menusuk. Dulu ia berjualan jajanan anak, namun kini dagangannya sepi karena anak-anak takut melihatnya, membuatnya tak lagi berpenghasilan. Hebatnya, di tengah keterbatasan dan rasa sakit, Pak Tutun tetap setia merawat bibinya yang memiliki keterbelakangan mental. Kini, ia sangat menantikan keajaiban untuk bisa masuk ke ruang operasi.

Satu Bantuan, Nyalakan Banyak Harapan

Bu Iyus, Pak Nurhasan, dan Pak Tutun hanyalah segelintir wajah dari banyaknya saudara-saudara dhuafa kita di luar sana yang sedang bertaruh nyawa. Di berbagai pelosok, masih banyak pejuang lain yang bernasib serupa—menahan perihnya sel kanker yang menggerogoti tubuh, di tengah himpitan ekonomi yang membuat mereka tak berdaya untuk sekadar melangkah ke rumah sakit.

Oleh karena itu, kampanye ini hadir sebagai wadah harapan yang lebih besar. Setiap donasi yang terkumpul tidak hanya akan didedikasikan untuk menjamin operasi dan pengobatan Bu Iyus, Pak Nurhasan, serta Pak Tutun, tetapi juga akan disalurkan kepada penerima manfaat dhuafa lainnya yang sedang berjuang melawan keganasan penyakit serupa.

Jangan biarkan mereka berjuang sendirian dalam gelap dan rasa sakit. Dengan penghasilan belasan ribu sehari, memikirkan biaya puluhan juta untuk pengobatan adalah sebuah kemustahilan bagi mereka.

Melalui kampanye ini, wujudkan niat baik Anda untuk menciptakan gelombang kebaikan yang tak terputus. Sedikit sisihan rezeki dari Anda bukan sekadar bantuan medis, melainkan sebuah pelukan hangat yang mampu mengembalikan martabat, harapan, dan senyum yang sempat terampas.

Mari bersolidaritas! Salurkan doa, dukungan, dan donasi terbaik Anda hari ini. Bersama, kita bentangkan harapan dan sembuhkan luka mereka.

Baca selengkapnya ▾

  • July, 14 2026

    Campaign is published

Hamba Allah5 menit yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 100.000
L1A7 menit yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 50.000
Riva Herawati10 menit yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 100.000
Orang Baik22 menit yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 1.000.000
Orang Baik35 menit yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 100.000

Fundraiser

Belum ada Fundraiser

Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik (69)

Hamba Allah5 menit yang lalu
Cepat sembuh
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Iswinarti39 menit yang lalu
Semoga lekas sembuh. Aamiin
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Isman Purwanto41 menit yang lalu
Semoga cepet dioperasi dan sembuh sehingga bisa aktivitas dg bebas.
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Orang Baik41 menit yang lalu
Bismillah semoga Allah mengangkat penyakitnya
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Orang Baik48 menit yang lalu
Cepat sehat kembali bu
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Bagikan melalui:
✕ Close