

Di usianya yang semakin renta, Abah Deni tetap memilih untuk tidak menyerah pada hidup. Dulu, Abah pernah berjualan batagor, tahu bulat, bahkan mainan dan aksesoris anak-anak. Namun, sejak penglihatannya mulai memburuk, Abah tak lagi sanggup berjualan seperti dulu. Suatu hari, ia pernah salah memberikan uang kembalian dengan nominal besar karena penglihatannya yang semakin kabur sejak saat itu, ia berhenti berdagang makanan.

Kini, Abah Deni berjualan sapu lidi keliling. Dengan harga Rp10.000 per sapu, Abah hanya mendapat untung sekitar Rp4.000.Kadang, sapu-sapu itu ia buat sendiri di kampung halamannya di Tasikmalaya, kadang pula harus dibeli dari orang lain di kota tempat abah berjualan.
Setiap kali berjualan, Abah meninggalkan kampung halamannya selama 2–3 hari, tidur di mushola SPBU, berkeliling dari rumah ke rumah hingga sapunya habis terjual.Abah menanggung hidup tiga orang di rumah, istrinya dan mertuanya yang sudah hampir berusia 100 tahun.
Keduanya sering sakit-sakitan dan tak bisa berjalan. Bahkan mertua Abah hanya bisa merangkak di dalam rumah. Abah sering merasa “terhubung” secara batin dengan istrinya ia bisa merasakan kapan istrinya makan, kapan tidak. Kadang, ia khawatir mereka di rumah hanya makan nasi dan garam saja.

Beberapa waktu lalu, nasib buruk menimpa Abah. Saat di kebun, ia terjatuh dan melukai matanya, hingga kini harus berjualan dengan salah satu mata diperban. Meski begitu, Abah tetap berkeliling menjajakan sapu, bahkan di bawah hujan hanya dengan penutup kepala seadanya dari plastik.
“Kalau saya berhenti jualan, siapa yang kasih makan istri sama mertua?” katanya lirih. Abah hanya ingin membawa istri dan mertuanya berobat, dan berharap suatu hari bisa memiliki warung kecil di depan rumah agar tak perlu lagi berkeliling membawa beban berat di usianya yang sudah senja.
Mari bantu Abah Deni agar bisa menafkahi keluarga tanpa harus berkeliling di bawah hujan dan panas.
Setiap donasi yang kamu berikan akan membantu Abah berobat, menafkahi istri dan mertuanya, serta mewujudkan impiannya memiliki warung kecil di rumah. Bantu dengan cara:
Klik “Donasi Sekarang";
Masukan nominal donasinya;
Pilih metode pembayaran;
Dapatkan laporan via email.

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakan bagian dari program “Semua Berhak Nyaman”

*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan