

Usia 96 tahun, Abah Apin masih harus bekerja setiap hari.
Selama sekitar 10 tahun, Abah Apin mencari nafkah dengan mengumpulkan dan menjual kayu bakar atau suluh. Dulu, saat masih kuat, Abah mengambil suluh dari hutan. Kini, tubuhnya sudah semakin renta. Abah hanya mengambilnya dari kebun tetangga, lalu memikulnya untuk dijual berkeliling kampung.

Setiap hari Abah masih berjalan sekitar 10 km untuk menjajakan kayu bakarnya kepada penyadap aren dan warga yang masih memasak menggunakan kayu bakar.
Namun, dari satu ikat suluh yang terjual, Abah hanya mendapat keuntungan sekitar Rp5.000.
Tenaganya pun sudah tak seperti dulu. Abah sering sakit pinggang dan lutut karena bertahun-tahun membawa beban berat. Ia juga mudah lelah, bahkan pernah tiba-tiba pusing hingga terjatuh tersungkur.
Kini Abah tinggal seorang diri setelah istrinya lama wafat. Kedua anaknya sudah berumah tangga dan tinggal jauh dari Abah.
Karena usianya, Abah juga hanya berani berjualan di sekitar kampung. Jika terlalu jauh, Abah sering lupa arah pulang.

Saat ini, Abah membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Diantaranya:
Di usia yang seharusnya sudah bisa beristirahat, Abah Apin masih harus memikul kayu bakar demi bisa makan.
Yuk, bantu ringankan perjuangan Abah Apin agar kebutuhan makannya tetap terpenuhi.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik