
“Anak yang aku tunggu selama 3 tahun akhirnya lahir, tapi mengapa harus begini ya Allah?”
Kalimat itu terus terngiang, menjadi rintihan pilu dari lubuk hati terdalam Ibu Cucu dan Pak Rohman. Rasa haru dan bahagia yang membuncah saat menyambut kehadiran buah hati yang telah dinanti selama bertahun-tahun, seketika sirna dalam sekejap tanpa sisa. Hati Ibu Cucu hancur berkeping-keping ketika mendengar vonis dokter bahwa bayi kecilnya, Reina, terlahir dengan kondisi paru-paru terendam cairan ketuban dan jantung yang bocor.

Sejak saat itu, ruang perawatan rumah sakit menjadi rumah kedua bagi Reina. Tubuh mungilnya harus dipasangi berbagai alat medis; ada selang oksigen yang menopang napasnya, serta selang NGT di hidungnya agar ia bisa meminum susu. Kondisi Reina benar-benar kritis. Lepas oksigen sedetik saja, nyawa bayi suci ini terancam tidak bisa diselamatkan.
Setiap hari menjadi perjuangan yang amat berat bagi Reina. Karena kondisi jantung dan paru-parunya, napas Reina kian hari kian sesak, memburu, dan berat. Tubuh mungilnya pun semakin kurus karena ia tidak bisa meminum ASI langsung dari ibunya. Reina harus bergantung pada susu formula khusus yang harganya teramat mahal demi memperbaiki nutrisinya sebelum bisa dirujuk ke rumah sakit kota yang lebih besar.
“Sedih bu melihat kondisi si adek, lagi lucu-lucunya. Tapi setiap hari dia terus menangis karena napasnya terasa berat sekali. Hancur hati saya dan istri melihat anak harus menderita seperti ini,” lirih Pak Rohman dengan mata berkaca-kaca.
Penyakit bocor jantung dan kelainan paru-paru membutuhkan pengobatan jangka panjang dan biaya operasi yang sangat besar. Sayangnya, jaminan kesehatan tidak meng-cover seluruh biaya pengobatan Reina. Sementara itu, Pak Rohman hanyalah seorang penjual es pop ice keliling yang menjajakan dagangannya dari sekolah ke sekolah, dari kampung ke kampung.

Penghasilan dari menjual es pop ice tentu tak seberapa, bahkan sering kali tidak cukup hanya untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari dan membeli susu formula khusus Reina. Di sela-sela kayuhan sepedahnya mencari nafkah, Pak Rohman kerap didera rasa bersalah yang teramat dalam. Beliau menangis dan berulang kali meminta maaf kepada putri kecilnya karena merasa telah gagal mengumpulkan biaya untuk membawanya ke meja operasi.
Teman Baik, bocor jantung dan kelainan paru-paru ini perlahan-lahan sedang merenggut keceriaan dan masa depan bayi Reina. Pak Rohman dan Ibu Cucu sudah tidak tahu lagi harus mencari pertolongan ke mana demi menyelamatkan buah hati mereka. Jangan biarkan napas Reina terhenti karena keterbatasan biaya.
Mari ulurkan tangan dan ikut patungan untuk biaya operasi serta pengobatan bayi Reina di Rumah Sakit. Kebaikan kecil dari kita adalah napas kehidupan bagi Reina.
Mari salurkan niat baik Anda dengan cara:
Klik tombol "Sumbang Sekarang"
Masukkan nominal donasi terbaik Anda
Pilih metode pembayaran (E-Wallet, Transfer Bank, atau Virtual Account)
Selesai dan sebarkan kisah ini agar semakin banyak orang baik yang membantu.
Semoga setiap kebaikan yang Anda berikan diganti oleh Allah SWT dengan kesehatan yang paripurna, kelancaran rezeki, dan keberkahan hidup yang melimpah. Aamiin ya Rabbal 'Alamin.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik