
"Terkadang saya bingung dan sedih saat Aris semalaman tidak tidur dan ketika makan Aris selalu menangis menahan sakit. Tak tega namun mau gimana lagi, saya ingin Aris sembuh dan bisa bermain seperti anak-anak lainnya," lirih Ayah Aris.

Dik Aris saat ini usianya baru menginjak 10 bulan. Sejak 7 bulan yang lalu, sebuah benjolan kecil muncul di kepalanya yang disertai dengan demam tinggi. Dalam jangka waktu yang sangat singkat setiap harinya, Tumor Ganas di kepala Aris semakin membesar hingga membuat mata bayi mungil ini menonjol keluar karena terdesak oleh benjolan yang ada di pipi dan kepalanya.
Setelah diperiksa melalui hasil CT Scan, dokter memvonis Aris menderita tumor ganas di kepala dan harus segera mendapat tindakan operasi. Mendengar kabar itu, bagi orang tua Aris seakan dunia tiba-tiba gelap, langit runtuh, dan tanah seperti ditelan bumi. Kini, Aris harus melakukan pengobatan lebih lanjut di RSHS Bandung karena penyakitnya dianggap kronis dan membahayakan nyawa. Kondisinya sangat memilukan, Aris tidak bisa makan melalui mulut karena terhalang penyakitnya, sehingga asupan makanan terpaksa dialirkan melalui selang yang disambungkan ke dalam hidungnya agar ia bisa bertahan hidup.

Di tengah kondisi anak bungsu mungilnya yang sedang menjalani pengobatan dan membutuhkan biaya yang sangat besar hingga ratusan juta rupiah , Pak Yana (Ayah Aris) terpaksa harus berhenti menjadi petani kebun untuk menjaga Aris di rumah sakit. Beliau hanya bisa menjual sisa panen kebunnya yang sedikit, dan bahkan saat ini kesulitan hanya untuk membeli popok dan susu Aris. "Mau bagaimana lagi bu, saya khawatir sama anak saya, jadi saya ingin mendampingi dia sampai dia sembuh," lirih Ayah Aris.

Begitu lamanya pengobatan Aris membuat Ayah dan Ibunya semakin sulit mencari nafkah karena harus mendampingi pengobatan 24 jam akibat penyakit yang semakin mengganas. Pendapatan ayah sebagai penjual sayur dan ibunya yang bekerja sebagai buruh serabutan nyatanya hanya cukup untuk makan sehari-hari saja. Di sisi lain, jaminan kesehatan Aris pun tak bisa mengcover seluruh biaya pengobatan yang sangat besar. Melalui tetesan air matanya yang tak terbendung, sang Ayah menceritakan beratnya perjuangan mereka yang sudah mencoba meminjam uang sana-sini untuk operasi, namun upaya tersebut masih sangat kurang.
Teman baik, mari kita bantu Aris untuk bisa sembuh lagi. Kita bantu orang tua Aris untuk bisa memberikan pengobatan terbaik untuk Aris yang biayanya hampir mustahil dipenuhi sendiri oleh keluarganya.
Salurkan bantuan terbaik Anda dengan cara:
Klik tombol "DONASI SEKARANG"
Masukkan nominal donasi.
Pilih metode pembayaran yang diinginkan.
Segera lakukan transfer untuk menyelamatkan nyawa Dik Aris.
![]()
Belum ada Fundraiser