ImageLansia Penjaga Makam: Bertahan Hidup di Atas Tanah...
Image

Lansia Penjaga Makam: Bertahan Hidup di Atas Tanah Wakaf dengan Perut Keroncongan

Rp 0 dan masih terus dikumpulkan
0 Donatur ∞ hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

"Kalau tidak ada yang ziarah, Abah kumpulkan bunga kamboja kering. Satu kilonya cuma dihargai lima ribu rupiah..."

Di sudut TPU Karawang Barat, di antara deretan nisan yang membisu, hiduplah sepasang lansia tangguh: Abah Ukar (85 tahun) dan Emak Aminah (70 tahun). Sejak tahun 1982—lebih dari 40 tahun lamanya—Abah setia mengabdi menjadi pengurus makam.

Mengabdi Tanpa Gaji, Bertahan dengan Sukarela Meski rambutnya sudah memutih dan tenaganya mulai pudar, Abah Ukar tetap telaten membersihkan makam-makam di sana. Pilunya, pekerjaan mulia ini tidak memiliki gaji tetap atau honor. Abah hanya mengandalkan pemberian sukarela dari peziarah yang datang.

Seringkali, Abah hanya menerima 5.000 hingga 10.000 rupiah. Bahkan, tak jarang selama tiga hari berturut-turut tidak ada peziarah yang datang sama sekali. Di saat itulah, Abah akan membungkuk di bawah pohon-pohon kamboja, mengumpulkan bunga yang gugur satu per satu untuk dijual ke pengepul seharga Rp5.000 per kilogram.

Hidup Sederhana di Tanah Makam Rumah mereka berdiri di atas tanah pemakaman. Di sana, Abah tinggal berdua dengan Emak Aminah yang kini kondisi matanya sudah tidak bisa melihat dengan normal (sakit mata berat). Karena penghasilan yang tak menentu, meja makan mereka seringkali kosong. Tak jarang, sepasang lansia ini terpaksa makan nasi hanya dengan taburan garam saja untuk mengganjal lapar.

Di tengah sunyinya malam di area pemakaman, Abah dan Emak seringkali hanya bisa menangis dalam diam, meratapi nasib di sisa usia mereka yang serba kekurangan.

Sahabat Niat Baik, Mari Beri Apresiasi untuk Sang Penjaga Makam Puluhan tahun Abah menjaga peristirahatan terakhir orang lain dengan ikhlas, kini saatnya kita menjaga masa tua Abah dan Emak. Jangan biarkan mereka terus berjuang sendirian di antara nisan-nisan.

Donasi Sahabat akan digunakan untuk:

  1. Memenuhi kebutuhan pangan harian (Sembako) yang layak bagi Abah dan Emak.

  2. Biaya pengobatan mata Emak Aminah agar bisa melihat kembali dengan normal.

  3. Santunan biaya hidup agar Abah tidak perlu bekerja terlalu keras di usia 85 tahun.

Mari kita muliakan masa tua mereka. Klik "Donasi Sekarang" dan kirimkan kado terbaikmu untuk Abah Ukar dan Emak Aminah.

Baca selengkapnya ▾

  • March, 13 2026

    Campaign is published

Belum ada donasi untuk penggalangan dana ini

Fundraiser

Belum ada Fundraiser

Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close