
"Kalo hujan suka bocor dingin, kalo siang kepanasan," lirih Abah Rana.
Rumah seharusnya menjadi tempat yang memberikan rasa aman, nyaman, dan damai. Namun, hal ini tidak berlaku bagi rumah yang dihuni oleh Abah Rana (77 tahun) karena dinding bilik bambunya sudah reyot dan hampir ambruk.

Abah Rana tinggal seorang diri di rumah yang kondisinya sudah sangat tidak layak huni tersebut. "Istri sudah lama meninggal, anak punya satu tapi jauh di luar kota, terakhir ketemu dua tahun yang lalu," ucap Abah. Atap dan dinding rumahnya sudah usang serta memiliki banyak lubang, sehingga ketika malam tiba, udara dingin yang menusuk tulang harus dirasakan olehnya. Saat musim hujan, banyak air yang masuk melalui celah atap, memaksanya untuk sering memperbaiki atap tersebut seorang diri agar kebocorannya tidak semakin parah. Kepiluan ini bertambah karena Abah juga tidak memiliki kamar mandi di rumahnya, sehingga ia harus memaksakan diri berjalan ke sungai yang letaknya lumayan jauh. Setiap malam saat mencoba tertidur, Abah dihantui perasaan was-was dan ketakutan yang luar biasa jika rumahnya tiba-tiba ambruk dan menimpanya.
Untuk bisa menyambung hidupnya, Abah harus bekerja keras sebagai buruh tani yang hanya dibayar dengan beras atau gabah. Pilunya, karena usianya yang semakin renta, sudah jarang orang yang mau menggunakan jasanya. Alhasil, Abah beralih bekerja serabutan membersihkan kuburan dengan bayaran seikhlasnya, yang berkisar antara 10 hingga 30 ribu rupiah per hari, yang mana hanya cukup untuk makan seadanya.

Kondisi fisiknya pun sudah tidak sekuat dulu. Punggung Abah kini membungkuk akibat insiden terjatuh di kebun saat bekerja. Ketika bekerja, ia sering kali merasakan sakit di sekujur tubuhnya, terlebih di area punggungnya. Saat rasa sakitnya sudah tak tertahankan, Abah hanya bisa pasrah menunggu adanya pengobatan gratis di desa, atau beruntung jika ada tetangga peduli yang mau membelikannya obat dan makanan. Tak jarang, rasa iri muncul di benaknya ketika melihat rumah tetangga yang kokoh dan indah, sangat jauh berbeda dengan miliknya yang hanya menunggu waktu untuk roboh. Di usia senjanya ini, Abah sangat berharap bisa memperbaiki rumahnya agar ia tidak perlu lagi merasakan kedinginan saat hujan dan kepanasan saat kemarau.
#OrangBaik, maukah kamu membantu Abah Rana agar bisa merasakan kehidupan dan tempat tinggal yang jauh lebih layak?.
Mari salurkan uluran tangan terbaik Anda dengan cara:
Klik tombol "DONASI SEKARANG".
Masukkan nominal donasi.
Pilih metode pembayaran yang tersedia.
Segera lakukan transfer untuk membantu mewujudkan harapan masa tua Abah Rana.
![]()
Belum ada Fundraiser