
Abah Endun, seorang lansia berusia 78 tahun, harus menelan pil pahit di masa tuanya. Ia berjuang setiap hari berjualan kangkung keliling dari kampung ke kampung dengan jarak tempuh yang sangat jauh. Kondisi sepeda tua yang ia miliki sudah sering rusak, sehingga saat berjualan Abah tidak bisa menggowesnya dan harus mendorong sepedanya sambil berjalan kaki menyusuri jalanan hingga ke perkampungan.

Perjuangan Abah tidaklah mudah. Belum tentu kangkung yang ia jual laku; terkadang hanya sedikit yang terjual, bahkan tak jarang ia harus membawa pulang kembali sisa kangkungnya atau membagikannya kepada tetangga daripada layu dan membusuk. Di jalanan, tidak sedikit pula pembeli yang menghutang, namun Abah hanya bisa pasrah karena takut kehilangan pelanggan jika tidak memberikannya.
Keadaan ekonomi Abah sangat memprihatinkan. Penghasilannya hanya berkisar 20 sampai 30 ribu rupiah saja, itu pun jika seluruh kangkungnya habis terjual, dengan harga jual hanya dua ribu rupiah per ikat. Di usia yang sudah sepuh ini, Abah sering merasa sedih karena masih harus bekerja demi bertahan hidup, apalagi ia kerap kelelahan hingga harus berjalan terseok-seok. Kini, Abah tinggal bersama anaknya yang sudah dewasa namun belum menikah dan hanya bekerja serabutan.

Lebih dari itu, selama tiga tahun terakhir Abah menderita benjolan di kepalanya. Ia belum mengetahui apa penyebabnya karena belum pernah berobat akibat ketiadaan biaya. Harapan Abah sangat sederhana, ia ingin bisa berobat agar benjolan di kepalanya bisa sembuh.
#OrangBaik, mari kita bantu Abah Endun mendapatkan pengobatan yang layak agar ia bisa kembali sehat di usia senjanya.
Salurkan bantuan terbaik Anda dengan cara:
Klik tombol "DONASI SEKARANG".
Masukkan nominal donasi.
Pilih metode pembayaran yang tersedia.
Segera lakukan transfer untuk membantu Abah Endun.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik