
Pak Obi, seorang ayah berusia senja, masih berjuang setiap hari demi satu hal yaitu masa depan anaknya.
Di usianya yang tak lagi muda, tubuh Pak Obi sudah tidak sekuat dulu. Kaki kanannya bahkan sudah tidak berfungsi. Tapi setiap pagi, beliau tetap mendorong becak mini berisi mainan anak-anak, menyusuri jalan demi jalan, berharap ada yang membeli.
Bukan karena beliau ingin. Tapi karena beliau harus.

Pak Obi tinggal bersama istrinya dan anak semata wayangnya yang kini duduk di bangku SMA. Di tengah keterbatasan fisik dan kondisi ekonomi yang semakin sulit, beliau tetap memaksakan diri bekerja. Karena baginya, lelah dan sakit bukan alasan untuk berhenti berjuang.
Harapan Pak Obi sangat sederhana…
anaknya bisa terus sekolah, dan punya hidup yang lebih baik dari dirinya.
“Saya tidak minta banyak… asal anak saya bisa sekolah sampai selesai, itu sudah cukup buat saya,” Pak Obi
Sudah 17 tahun beliau berjualan mainan anak-anak. Dulu, dagangannya selalu ditunggu, anak-anak senang, orang tua pun membeli. Tapi sekarang… zaman sudah berubah. Mainan Pak Obi mulai kalah saing dan terlupakan. Toko modern bermunculan, mainan baru makin beragam. Sementara dagangan Pak Obi itu-itu saja, sudah usang.
Setiap hari beliau tetap mendorong becak mininya, berharap ada satu, dua orang yang membeli.
Kadang pulang dengan tangan kosong.
Kadang pulang hanya membawa cukup uang untuk makan hari ini Dalam sebulan, Pak Obi hanya mampu mengumpulkan sekitar Rp700.000.
Di usia seperti ini, beliau tidak punya banyak pilihan. Tenaga terbatas. Fisik terbatas. Tapi tanggung jawab sebagai ayah… tetap harus ditunaikan.
Pak Obi tidak pernah meminta macam-macam.
Di setiap sujudnya, beliau hanya memohon dua hal:
1. Agar diberi modal usaha supaya bisa membeli mainan yang layak jual.
2. Dan agar anaknya bisa menyelesaikan sekolah sampai kuliah.
“Saya cuma pengen anak saya punya masa depan yang lebih baik dari saya…” Pak Obi
Jangan biarkan perjuangan seorang ayah berhenti karena keadaan.
Mari kita ringankan langkah Pak Obi, bantu modal usahanya, dan jaga agar anaknya tetap bisa bersekolah. Satu kebaikan dari kita hari ini, bisa menjadi harapan besar bagi keluarga kecil ini. Yuk, bersama kita buktikan bahwa Pak Obi tidak sendirian.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik